Penjualan pernak-pernik Natal mulai ramai di Ambon, berkah bagi pedagang

Ambon (ANTARA) – Penjualan pernak-pernik Natal mulai ramai didagangkan di Kota Ambon, Provinsi Maluku, Selasa. 

Berbagai jenis lampu hias hingga pohon natal berbagai ukuran terlihat dipajang pada sejumlah pertokoan di kota Ambon dan cukup menarik perhatian pengunjung, terutama umat Kristen yang akan merayakan Hari Raya Natal. Toko penjual pernak-pernik Natal banyak terdapat di Jalan Gang Pos dan Jalan MR. Latuharhary.

Sejumlah penjual menyatakan pembelian mulai meningkat sejak minggu pertama Desember 2021. 

“Sejak awal bulan warga sudah mulai membeli pernak -pernik  baik itu pohon natal, dan berbagai jenis dan corak lampu-lampu hias yang warna warni lampu sesuai dengan yang diinginkan keluarga,” kata Ceng, pemilik toko Sentral Jaya di jalan Gang Pos, Kota Ambon.

Untuk pohon natal harganya ditawarkan sesuai dengan ukuran tinggi mulai dari satu meter hingga tiga meter. Harganya dari Rp350.000 hingga Rp5.000.000 tergantung ukuran dan jenis modelnya. 

Sedangkan untuk ornamen hiasan seperti “slenger” berbagai jenis dan ukuran ditawarkan harganya mulai dari Rp20.000 hingga Rp85.000/buah. Begitu juga dengan buah-buah hias pohon natal berbagai ukuran mulai dari kecil hingga besar, harganya berkisar Rp20.000 hingga Rp125.000 per kotak isi enam hingga 12 buah.

Sedangkan lampu hias juga demikian khusus untuk diletakan di pohon natal harganya juga berbeda sesuai dengan corak warna, ukuran panjang rata-rata delapan meter harganya berkisar Rp25.000 hingga Rp60.000.

“Ada juga berbagai jenis lampu hias dengan corak yang berbeda dan ukuran dan biasanya diletakan di depan rumah warga atau di jalan-jalan, seperti misalnya lampu pita yang panjangnya lima meter ditawarkan Rp275.000. Ada juga yang dalam pipa sleng pastik ukuran 10 meter Rp150.000 hingga Rp250.000 per buah,” ujar Ceng.

Dia mengatakan, tiap hari ada saja warga yang datang untuk membeli, jadi kalau pernak pernik saja sehari bisa laku terjual 10 hingga 15 buah atau dos lampu maupun slenger, kalau pohon natal selama satu minggu sejak dibuka toko bari tiga pohon natal saja yang laku terjual.

Hal ini disebabkan kebanyakan rumah-rumah  warga orang Kristen sudah memiliki pohon natal, jadi setiap tahun menjelang perayaan natal kebanyakan mereka hanya membeli pernak-pernik saja.

Lucia pemilik salah satu toko di jalan Urimesing, Diper saat dikonfirmasi mengatakan, kalau pohon natal yang saya jual ini harganya juga berbeda-beda sesuai dengan ukuran, dan sehari hanya bisa terjual satu hingga dua pohon saja, yang paling  laku terjual hanya lampu hias dengan berbagai corak.

“Saya kira kalau pohon natal memang tidak banyak orang membeli, sebab di rumah-rumah warga orang Kristen masih ada, yang pasti kalau harga pohon natal dijual sesuai dengan ukuran tinggi pohon dan besar, jadi kalau yang tingginya tujuh fits harganya Rp3.750.000 hingga Rp 4 juta, ukuran enam fits Rp1.350.000 sampai Rp2 juta, dan yang paling murah yakni ukuran empat fits yakni Rp600.000/pohon itupun sudah sesuai dengan kemauan pembeli,” katanya.

Seorang pembeli, Merry mengatakan membeli dua buah slenger dan dua dos lampu hias pohon natal.

“Tiap tahun setelah selesai suasana natal dan tahun baru pohon natal dibuka dan disimpan dengan baik, jadi pohon natal di rumah masih bagus, sudah di tancapkan di sudut rumah hanya saja kurang slenger dan lampu hias, makanya sekarang kita datang untuk membeli,” ujarnya.

 


https://ambon.antaranews.com/berita/113733/penjualan-pernak-pernik-natal-mulai-ramai-di-ambon-berkah-bagi-pedagang

Related Posts