Ini Penjelasan Mengapa Liburan Terasa Cepat Berlalu

TEMPO.CO, JakartaLiburan merupakan momen yang ditunggu-tunggu banyak orang karena dapat melepas penat sejenak. Selain melepas penat, liburan juga dapat dimanfaatkan untuk melakukan hal-hal yang tidak sempat dilakukan ketika bekerja, seperti berkumpul bersama keluarga, pergi ke tempat tertentu, dan sebagainya.

Meskipun tampak menyenangkan, beberapa orang merasa liburan merupakan momen yang terasa cepat berlalu. Dilansir dari claudiahammond.com, psikolog Claudia Hammond mengungkapkan bahwa liburan terasa cepat berlalu karena adanya perbedaan perspektif dalam memandang waktu. Claudia menyebut fenomena ini sebagai the holiday paradox.

Claudia memandang bahwa orang-orang yang sedang berlibur umumnya memiliki dua perspektif dalam melihat waktu, yakni prospektif dan retrospektif. Dilansir dari scientificamerican.com, perspektif prospektif merupakan cara melihat waktu secara partikular. Perspektif ini umumnya dimiliki oleh seseorang yang memasukkan banyak agenda liburannya.

Orang yang memiliki agenda liburan banyak cenderung memiliki pandangan bahwa waktu bergerak secara cepat. Sebab, agenda liburan yang banyak tersebut biasanya sangat berbeda dari rutinitas keseharian yang sering dilakukan. Perbedaan antara rutinitas harian dan agenda liburan tersebut membuat seseorang memandang liburan sebagai serangkaian periode yang singkat di antara periode rutinitas yang panjang selama seumur hidup.

Sementara itu, perspektif retrospektif cenderung membuat seseorang memiliki cara pandang bahwa liburan merupakan momen yang panjang. Dilansir dari onlinelibrary.wiley.com, perspektif ini biasanya didapat ketika seseorang mengingat kembali momen-momen panjang yang ia lalui ketika liburan. Dengan mengingat kembali momen-momen selama liburan, seseorang akan memiliki pandangan bahwa liburan mereka merupakan momen yang panjang.

Selain cara pandang terhadap waktu yang berbeda, fenomena christmas creep juga membuat liburan terasa berlalu secara cepat. Dilansir dari commons.und.edu, christmas creep merupakan fenomena ketika para pemilik toko atau tempat hiburan memasang pernak-pernik khas liburan, seperti pernak-pernik natal, idulfitri, atau hari libur lainnya. Hal tersebut membuat momen liburan terasa seperti momen partikular yang cepat dan singkat di tengah rangkaian panjang rutinitas selama satu tahun.

BANGKIT ADHI WIGUNA

Baca juga: 3 Tips Touch Up Makeup Kilat saat Liburan


https://www.tempo.co/read/1556254/ini-penjelasan-mengapa-liburan-terasa-cepat-berlalu

Related Posts