5 Sejarah Pohon Natal, Simbol Harapan dalam Musim Dingin

Berbicara tentang perayaan Natal yang bakal diselenggarakan 25 Desember ini, pasti kamu tidak bisa melepaskan diri dari satu objek bernama pohon Natal. Pohon buatan yang menyerupai pohon pinus dan dihias dengan beragam pernak-pernik itu selalu menghiasi malam hari akhir tahun.

Akan tetapi, tahukah kamu mengapa pohon tersebut selalu dijadikan hiasan Natal? Apa hubungannya dengan Natal itu sendiri? Berikut ini adalah kisah sejarah dari pohon Natal.

1. Pohon Natal merupakan hiburan di musim dingin

ilustrasi pohon Natal (unsplash.com/Jonathan Borba)

Seperti yang kamu ketahui, budaya perayaan Natal datang dari Eropa saat terjadinya musim dingin yang menyiksa. Di masa-masa seperti itu, tumbuhan yang tetap hijau sepanjang tahun merupakan hal spesial.

Demi menghibur diri dan merayakan festival, orang-orang akan mencoba menghias rumahnya dengan tumbuhan-tumbuhan yang tetap hijau sepanjang tahun, seperti pinus dan lainnya. Mereka akan menggantungkannya di pintu serta jendela. Situasi ini menjadi awal mula dari kemunculan budaya pohon Natal.

2. Pohon Natal memiliki banyak pemaknaan

5 Sejarah Pohon Natal, Simbol Harapan dalam Musim Dinginilustrasi pohon Natal di masa lalu (recollections.biz)

Dilansir History, orang-orang Eropa yang hidup di zaman kuno mempercayai bahwa matahari merupakan dewa dan saat memasuki musim dingin, sang dewa menjadi sakit dan melemah. Di sinilah adanya perayaan Natal di penghujung tahun, sebagai pengingat kalau sang dewa akan kembali sehat dan mengembalikan tumbuhan hijau saat musim semi.

Sedikit mirip dengan yang terjadi di Mesir kuno. Dipercaya saat masuk pergantian tahun, dewa Ra yang memiliki kepala elang akan sembuh dari sakitnya. Demi merayakan hal tersebut, orang-orang Mesir pada masa itu menghias rumahnya dengan daun palka hijau.

Baca Juga: 5 Fakta Sejarah tentang Renaisans yang Jadi Simbol Kemajuan Eropa

3. Dipercaya pohon Natal datang dari Jerman

5 Sejarah Pohon Natal, Simbol Harapan dalam Musim Dinginilustrasi Natal di masa lalu (historytoday.com)

Menghias rumah dengan tumbuhan hijau sudah menjadi tradisi kuno, namun menghias pohon menjadi pohon Natal seperti sekarang dipercaya dipopulerkan oleh orang Jerman. Tercatat pada abad ke-16, penganut Kristiani di Jerman merayakan Natalnya dengan membawa pohon yang telah didekorasi ke rumah mereka. Beberapa malahan membuat piramida dari kayu dan mendekorasinya.

Lanjutkan membaca artikel di bawah

Editor’s picks

Terdapat satu cerita pohon Natal yang berhubungan dengan mitologi. Boniface, biarawan Inggris yang hidup di Jerman pada abad ke-8, sempat bertemu dengan beberapa orang Jerman asli yang mencoba melakukan ritual pengorbanan di bawah pohon ek.

Melihat hal itu, Boniface mencoba menghentikan ritual tersebut dengan menebang pohon. Dari pohon ek itu, lahirlah pohon cemara yang akhirnya dipergunakan sebagai pohon Natal.

Ada informasi tambahan yang mengatakan Martin Luther adalah orang yang pertama kali memasang lilin-lilin di satu pohon Natal. Menurut laporan, saat dia mau pulang ke rumahnya pada sore hari, dia melihat secercah cahaya bintang di antara pepohonan. Merasa kagum dengan momen itu, Luther mencoba menggambarkannya kepada keluarganya dengan memasang lilin di pohon Natal mereka.

4. Tidak ada yang tahu secara pasti bagaimana budaya pohon Natal menyebar

5 Sejarah Pohon Natal, Simbol Harapan dalam Musim Dinginilustrasi pohon Natal (unsplash.com/Ralph (Ravi) Kayden)

Catatan pasti soal kehadiran pohon Natal pertama di tiap tempat tak pernah ada, bahkan termasuk di Indonesia. Untuk di Amerika saja, diperkirakan pohon Natal baru muncul dan dipergunakan oleh orang-orang di sana pada abad ke-19. Sebelumnya, para penganut Kristiani masih menganggap pohon Natal sebagai simbol paganisme sehingga pemasangannya masih dilarang.

Untuk di Inggris sendiri, pohon Natal baru ramai dimiliki pada 1846, saat Ratu Victoria dan Pangeran Albert digambarkan berdiri bersama anak-anak mengelilingi pohon Natal. Mengingat Ratu Victoria sangat populer, gambar tersebut menjadi viral dan orang-orang di sana mulai meniru hal tersebut.

Untuk catatan sejarah, di Indonesia terdapat informasi bahwa pohon Natal sudah dipakai sejak pertengahan abad ke-19. Dilaporkan Java Bode, edisi 1 Januari 1859, bahwa Yayasan Djattie telah merayakan Natal bersama anak-anak memakai hiasan tersebut.

5. Pohon Natal tidak selalu pohon pinus atau pohon cemara

5 Sejarah Pohon Natal, Simbol Harapan dalam Musim Dinginilustrasi pohon Natal (greenacreslandscapeinc.com)

Mengingat tidak semua daerah memiliki pohon cemara, pohon Natal pun menjadi berbeda-beda. Di Meksiko, orang-orang mengganti pohon cemara menjadi potongan pucuk dari pohon Bersera microphylla.

Sedangkan di Filipina, orang-orang membuat membuat sendiri pohon Natalnya. Ketimbang pohon Natal, masyarakat Filipina lebih sering membuat ornamen bintang dari tiang bambu dan diletakan di jendela.

Kalau kamu merayakan Natal dan kamu tidak punya pohon Natal, tidak perlu susah-susah mencari dan membelinya. Kamu bisa membuatnya sendiri dari berbagai hal, dikarenakan pohon Natal hanyalah sekadar penggambaran yang memiliki berbagai makna.

Baca Juga: 5 Fakta Sejarah tentang Pohon Cemara dan Sinterklas di Perayaan Natal


https://www.idntimes.com/science/discovery/abraham-herdyanto/fakta-sejarah-pohon-natal

Related Posts